Asah Kompetensi dan Kemandirian, FGP & Bazar Keputrian PC LDII Kotabaru 2026 Hadirkan Beragam Lomba Karakter

Ditulis oleh Penulis 1
Cover image for Asah Kompetensi dan Kemandirian, FGP & Bazar Keputrian PC LDII Kotabaru 2026 Hadirkan Beragam Lomba Karakter
KARAWANG – Gelaran akbar Festival Generasi Penerus dan Bazar Keputrian 2026 di Majelis Taklim Nasrullah, Jomin Barat, tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga panggung kompetisi yang melatih mental ratusan anak-anak dan remaja putri. Acara yang dihelat pada Minggu, 5 Juli 2026 kemarin ini menyajikan berbagai kategori kegiatan yang dirancang secara komprehensif, mulai dari unjuk bakat non-kompetisi, perlombaan keagamaan, hingga kompetisi ekonomi kreatif.
Kemeriahan acara langsung tersaji sejak pagi hari melalui sesi unjuk bakat pembukaan yang memukau para pejabat Forkopimcam. Kemeriahan diawali dengan eksibisi halaqoh yang menampilkan kekompakan anak-anak dalam mendemonstrasikan hafalan doa, dalil, dan adab santri secara massal, kemudian dilanjutkan dengan eksibisi Persinas ASAD yang memperagakan jurus seni bela diri pencak silat anak-anak yang bertenaga.
IMG_7184.JPG
Memasuki inti kompetisi Festival Anak Sholeh, panitia menyelenggarakan lomba mewarnai sebagai wadah kreativitas dan motorik anak usia dini lewat paduan warna bernuansa Islami. Ketangkasan berpikir dan kecepatan menjawab juga diuji melalui lomba Rangking 1 yang menyuguhkan persaingan sengit dan menegangkan, di mana ratusan anak saling mengeliminasi demi menjawab pertanyaan seputar wawasan agama, fiqih, sejarah Islam, serta pengetahuan kepramukaan. Sementara itu, untuk melatih keberanian berbicara di depan publik, lomba pildacil hadir menantang para dai cilik berpidato menyampaikan pesan akhlak mulia tanpa membaca teks penuh.
Suasana khidmat sekaligus kompetitif juga terasa di area masjid melalui lomba adzan yang menguji ketepatan makhraj, tajwid, dan keindahan cengkok saat mengumandangkan adzan subuh. Tidak kalah menarik, panggung utama diramaikan oleh lomba pasanggiri caberawit yang mengompetisikan keindahan serta kepresisian gerakan jurus baku seni pencak silat anak-anak. Kompetisi di bidang Al-Qur'an ditutup dengan lomba bacaan indah yang menilai kefasihan huruf serta keindahan irama tartil maupun tilawah para peserta.
IMG_7205.JPG
Di sektor kemandirian dan ekonomi kreatif, perhatian pengunjung tertuju pada lomba stand bazar keputrian. Perwakilan dari berbagai Pimpinan Cabang yang hadir saling bersaing ketat menunjukkan dekorasi stan paling estetik, menyajikan inovasi produk kuliner halal yang menggugah selera, serta mempraktikkan langsung manajemen pelayanan konsumen yang ramah, kompak, dan higienis.
Tujuan utama dari perhelatan masif ini adalah sebagai parameter evaluasi serentak terhadap efektivitas kelompok belajar di tingkat PAC yang rutin digelar tiga hingga lima hari dalam seminggu. Pihak panitia sengaja merancang festival ini untuk menyatukan tiga aspek penting bagi masa depan, yaitu spiritualitas yang kuat, ketangkasan fisik yang sehat, dan jiwa wirausaha sejak dini guna menyongsong Indonesia Emas.
Melalui momentum besar ini, Ketua Panitia Pelaksana menaruh harapan besar agar seluruh rangkaian kegiatan melahirkan dampak jangka panjang yang positif bagi para peserta. Harapan utamanya adalah agar anak-anak tidak sekadar mengejar piala kemenangan, melainkan membawa pulang mental pejuang, kepercayaan diri yang tinggi, serta karakter luhur yang membekas dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, bagi bagian keputrian, kompetisi bazar ini diharapkan menjadi pemantik awal lahirnya para pelaku UMKM mandiri yang kreatif di lingkungan LDII Karawang. Kesuksesan jalannya acara hingga sore hari ini sekaligus menjadi bukti kesiapan kepanitiaan dalam menyukseskan gelaran akbar Musyawarah Daerah Ke-8 DPD LDII Kabupaten Karawang.